Berita Muratara, JAMBI — Gubernur Al Haris menyampaikan keprihatinan sekaligus kemarahannya terkait maraknya penyalahgunaan BBM subsidi yang digunakan untuk aktivitas tambang ilegal di wilayah Provinsi Jambi.
Al Haris mengungkapkan, BBM subsidi yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat justru banyak dialihkan ke sektor industri ilegal, khususnya pertambangan tanpa izin (PETI). Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat karena menyebabkan distribusi BBM tidak tepat sasaran.
“BBM subsidi itu hak masyarakat, bukan untuk kegiatan industri apalagi tambang ilegal,” tegasnya.
Menurutnya, praktik ini melibatkan oknum tertentu yang membeli BBM subsidi dari SPBU untuk kemudian disalurkan ke aktivitas tambang ilegal. Bahkan, sebagian kasus telah ditindak oleh aparat penegak hukum.
Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Al Haris, tidak akan tinggal diam. Ia meminta seluruh pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan aparat, untuk meningkatkan pengawasan serta menindak tegas pelaku penyalahgunaan.
“Kita minta pengawasan diperketat. Jangan sampai BBM subsidi disalahgunakan. Ini harus ditindak tegas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebocoran distribusi BBM subsidi berpotensi menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat serta memperparah dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum diharapkan dapat bersinergi untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai peruntukannya dan tidak lagi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.(Zm)
Pewarta: Zm
Editor: Ario

