Iklan

 

Iklan

 

,

Iklan

Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel Melebar, Nama Oknum Anggota DPRD Sumsel Fraksi Gerindra Disebut Terkait Dugaan TPPU

Berita Muratara
Minggu, 10 Mei 2026, Mei 10, 2026 WIB Last Updated 2026-05-10T12:40:51Z


Berita Muratara, PALEMBANG — Skandal dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumsel Babel yang merugikan negara hingga miliaran rupiah kini memasuki babak baru. Setelah sederet tersangka ditetapkan, publik mulai menyoroti dugaan keterlibatan pihak lain yang disebut menikmati aliran dana hasil korupsi tersebut.


Informasi yang berkembang di lingkungan penegak hukum menyebut adanya dugaan keterkaitan seorang anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Fraksi Gerindra dalam pusaran kasus tersebut. Dugaan itu mengarah pada indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) melalui aliran dana dan kepemilikan sejumlah aset yang diduga tidak sebanding dengan profil penghasilan resmi.


Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat lantaran modus korupsi yang digunakan dinilai terstruktur. Penyidik sebelumnya mengungkap adanya praktik pengumpulan KTP masyarakat secara massal untuk pengajuan KUR fiktif. Identitas warga diduga dipakai tanpa sepengetahuan pemilik data demi mencairkan dana kredit dalam jumlah besar.


Tidak hanya itu, sejumlah proyek dan aset pribadi kini mulai ikut disorot. Aktivis antikorupsi mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan agar menelusuri seluruh aliran dana, termasuk kemungkinan adanya pihak-pihak yang diduga berperan sebagai penikmat hasil korupsi.


“Kalau ada aset yang dibangun menggunakan uang hasil kejahatan, maka itu sudah mengarah pada dugaan pencucian uang. Penegak hukum wajib membongkar sampai ke akar,” ujar salah satu aktivis antikorupsi Sumsel.


Desakan juga diarahkan kepada Badan Kehormatan DPRD Sumsel agar tidak tinggal diam terhadap munculnya dugaan tersebut. Publik menilai lembaga legislatif harus menjaga marwah institusi dan segera mengambil langkah etik apabila benar ada kader dewan yang terseret dalam pengembangan perkara korupsi KUR Bank Sumsel Babel.


Sementara itu, Kejati Sumsel memastikan penyidikan masih terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru. Penyidik disebut tengah mendalami transaksi keuangan, pemeriksaan saksi, serta penelusuran aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak anggota DPRD yang namanya disebut dalam dugaan tersebut. Seluruh dugaan yang berkembang masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan pendalaman aparat penegak hukum.(Zm)


Pewarta: Zm 

Editor : Ario 

Iklan