Iklan

 

Iklan

 

,

Iklan

Helikopter Mewah vs Jalan Rusak, Publik Soroti Prioritas Anggaran Pemprov Sumsel

Berita Muratara
Kamis, 07 Mei 2026, Mei 07, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T09:18:43Z



Berita Muratara, Palembang — Tragedi kecelakaan maut antara Bus ALS dan mobil tangki milik PT SRMD di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terus memicu gelombang kritik publik. Di tengah sorotan terhadap kondisi jalan lintas Sumatera yang disebut rawan dan banyak dikeluhkan rusak, pernyataan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru justru ikut menjadi perhatian.


Saat diwawancarai awak media terkait kondisi jalan usai insiden maut tersebut, Herman Deru menyebut secara umum kondisi jalan di Sumsel masih tergolong baik.


“Secara umum jalan itu baik, Sumsel di atas 90 persen baik jalan kondisi mantap,” ujar Herman Deru. 


Pernyataan itu langsung menuai beragam reaksi di tengah masyarakat. Banyak warga mempertanyakan klaim tersebut karena masih banyak ruas jalan lintas kabupaten maupun jalur penghubung desa yang disebut mengalami kerusakan parah dan membahayakan pengendara.


Sorotan semakin tajam setelah dokumen dugaan anggaran sewa helikopter Pemerintah Provinsi Sumsel senilai Rp4 miliar viral di media sosial. Publik ramai membandingkan besarnya anggaran tersebut dengan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai belum sepenuhnya layak.


Tak sedikit warganet menilai penggunaan helikopter oleh kepala daerah terlihat kontras dengan keluhan masyarakat yang setiap hari harus melewati jalan berlubang, rusak, hingga rawan kecelakaan.


“Rakyat lewat jalan rusak, pejabat lewat udara,” tulis salah satu komentar yang ramai dibagikan di media sosial.


Dalam keterangannya, Herman Deru juga meminta publik tidak berspekulasi terkait penyebab kecelakaan Bus ALS sebelum hasil penyelidikan polisi keluar. Ia menegaskan dugaan penyebab kecelakaan masih didalami aparat kepolisian. 


Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut kecelakaan diduga terjadi saat Bus ALS berusaha menghindari lubang di badan jalan hingga mengambil jalur kanan dan bertabrakan dengan mobil tangki. 


Kini publik menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab kritik soal kondisi infrastruktur jalan di Sumatera Selatan. Sebab bagi sebagian masyarakat, perdebatan soal “90 persen jalan baik” dinilai tidak cukup jika di lapangan masih banyak pengendara yang mempertaruhkan nyawa setiap hari.(Zm)

Pewarta: Zm

Editor : Ario

Iklan