Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 27, 2025

‎Sengkarut Ilegal Mining di Ulu Rawas, Oknum Masyarakat Diduga Terima Rp20 Juta untuk Loloskan Alat Berat

Gambar
  ‎Berita Muratara – Polemik aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di Kecamatan Ulu Rawas kian memanas. Terungkap dugaan keterlibatan oknum masyarakat dalam meloloskan alat berat yang digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut. ‎ ‎Informasi yang dihimpun, salah satu oknum berinisial HF, warga Desa Sarolangun Rawas, diduga menerima uang sebesar Rp20 juta untuk memuluskan jalannya alat berat menuju kawasan Ulu Rawas. Transaksi itu terekam melalui bukti pengiriman via Mandiri Mobile pada Sabtu, 28 Juni 2025, pukul 11.19 WIB. ‎ ‎Dengan uang suap tersebut, alat berat bebas beroperasi di kawasan Ulu Rawas dan melakukan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Ironisnya, oknum tersebut selama ini justru kerap tampil seolah menjadi pihak yang menolak PETI, bahkan memobilisasi massa untuk menghadang aktivitas tambang ilegal. ‎ ‎Sumber di lapangan menyebutkan, modus yang dilakukan adalah dengan dalih menahan alat berat dan melakukan intimidasi verbal hingga fisik,...

‎Warga Sungai Baung Tahan Truk Solar Diduga untuk Tambang Emas Ilegal, Satgas Muratara Disorot ‎

Gambar
  Berita ‎Muratara – Polemik aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali mencuat. Warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, mencegat dan menahan sebuah truk bermuatan 3 ton solar yang diduga akan dikirim untuk operasional penambangan ilegal. ‎ ‎Peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 19.30 WIB. Truk tersebut berhasil dihentikan warga setelah sempat melintas melewati posko Satgas PETI tanpa pemeriksaan yang jelas. ‎ ‎Seorang warga mengungkapkan kecurigaan mereka. ‎ ‎> “Minyak tu pas liwat posko satgas pacak lewat itu, ado apo? Kemudian di Desa Sungai Baung ditahan warga dusun. Ternyato, minyak! Yang jadi pertanyaan kami, yang jaga posko satgas PETI ke mano? Jangan-jangan satgas ini dibentuk untuk memuluskan kegiatan iko,” ujarnya kesal. ‎ ‎ ‎ ‎Janji Satgas Berbanding Terbalik dengan Kenyataan ‎ ‎Sebelumnya, pada Jumat (18/7/2025), Wakil Bupati Muratara sempat mengumpulkan warga di rumah Camat Rawas Ulu untuk sosiali...

‎BNN Gerebek Rumah Mewah di Tulung Selapan, Diduga Milik Bandar Narkoba ‎

Gambar
  Berita Muratara, ‎Ogan Komering Ilir – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggerebek sebuah rumah mewah di kawasan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Rabu (30/7/2025). Rumah tersebut diduga kuat milik seorang bandar narkoba yang telah lama menjadi target operasi. ‎ ‎Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa penggerebekan dilakukan sepenuhnya oleh BNN, sementara pihak kepolisian hanya memberikan dukungan pengamanan. ‎ ‎“Siap, Mas. Benar ada penggerebekan. Namun mohon maaf, kegiatan tersebut dilaksanakan sepenuhnya oleh BNN. Kami dari Polres OKI hanya membackup pengamanan. Untuk hasilnya, kami belum bisa menyampaikan karena kami tidak ikut dalam operasi langsung di dalam rumah,” ujar AKBP Eko Rubiyanto saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2025). ‎ ‎Hingga berita ini diturunkan, BNN belum merilis barang bukti maupun jumlah tersangka yang diamankan. Warga sekitar mengaku kerap melihat aktiv...

Dari Muratara untuk Dunia: Tampu Bolon Suvardi luncurkan buku Ziarah Tanah Beselang Diluncurkan

Gambar
Berita Muratara – Peluncuran buku puisi Ziarah Tanah Beselang karya Tampu Bolon Suvardi di kafe Amazing Riverside, Minggu (27/7/2025), menjadi momentum bersejarah bagi dunia literasi dan kebudayaan Musi Rawas Utara (Muratara). Buku yang diterbitkan oleh Benny Institute pada 2024 ini merupakan kumpulan puisi biografis yang menyoroti tanah kelahiran penulis. Kehadirannya menandai untuk pertama kalinya Muratara, yang tergolong daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), memiliki sebuah biografi puitik. “Saya menulisnya karena saya menyukai puisi, dan karena saya mencintai tanah kelahiran saya sepenuh hati,” ujar Suvardi saat berbagi inspirasi di hadapan para peserta. Dr. Rusmana Dewi, akademisi dan pemerhati sastra yang didapuk membedah buku ini, menyebut Ziarah Tanah Beselang sebagai referensi unik bagi siapa pun yang ingin mengenal Muratara melalui sastra dan lokalitasnya. Peluncuran buku ini dihadiri sekitar 30 peserta dari Lubuklinggau, Musi Rawas, hingga Muratara sendiri. Acara ditut...

Sopir Wakil Ketua DPRD Diduga Provokasi Massa, 8 Desa di Muratara Tuntut Pembatalan 2.937 Paket Plasma PT DMIL

Gambar
Berita ‎Muratara – Aksi unjuk rasa warga dari 8 desa di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memanas, Senin (28/7/2025), saat massa menuntut pembatalan 2.937 paket plasma milik PT Dendi Marker Indah Lestari (DMIL), perusahaan asing di bawah naungan SIFEP Group. ‎ ‎Aksi tersebut berlangsung ricuh setelah muncul dugaan provokasi dari sopir pribadi Wakil Ketua II DPRD Muratara, Zainal Abidin, yang tampak berada di tengah-tengah kerumunan massa. ‎ ‎Yang menjadi sorotan, Zainal Abidin sendiri hadir dalam kapasitas pribadi sebagai warga yang merasa terancam kehilangan hak atas lahan plasma. Padahal, secara struktural ia masih menjabat sebagai pimpinan legislatif aktif di Muratara. ‎ ‎“Kehadiran Zainal membuat masyarakat bertanya-tanya. Seorang pimpinan dewan seharusnya bersikap netral dan menjadi jembatan komunikasi, bukan ikut dalam barisan massa,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya. ‎ ‎Massa menyampaikan delapan poin tuntutan secara tegas: ‎ ‎1. Verifikasi ulang ...

Empat Sekolah di Muratara Diduga Gunakan Dana BOS Tanpa Bukti Sah, Salah Satunya Membantah

Gambar
Berita Muratara — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi sorotan usai ditemukannya pengeluaran tanpa bukti pertanggungjawaban (LPJ) sah di empat sekolah negeri. Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara tercatat menganggarkan belanja barang dan jasa dari Dana BOS Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp27.916.833.801,33. Dari jumlah tersebut, telah direalisasikan sebesar Rp27.815.901.606,00, atau mencapai 99,64 persen dari total anggaran. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap LPJ di empat sekolah, ditemukan pengeluaran tanpa bukti sah senilai Rp31.731.000,00. Rincian temuan tersebut sebagai berikut: SD Negeri 7 Bingin Teluk: Rp4.450.000 SMP Negeri Bingin Teluk: Rp12.990.000 SMP Negeri Bumi Makmur: Rp9.719.000 SMP Negeri Karang Jaya: Rp4.572.000 Temuan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana BOS di tingkat satuan pendidikan. Menanggap...